PWI Aceh Jaya di bawah pimpinan Hendra berinisiatif memberikan penghargaan pada malam penganugerahan di Calang, Ibukota Aceh Jaya. Saat ini Adnan NS sedang berada di Malaysia menghadiri perkawinan Ruqayyah- Zubair. Darmawi si Ayah putri sehari itu berasal dari Keutapang, Calang, adalah adik sepupu Adnan NS sendiri.
Untuk terselenggaranya hajatan ini, Ketua PWI Aceh M Nasir Nurdin menyerahkan penghargaan ini kepada putranya Muhtadi Khadafi, kebetulan wartawan juga.
Wartawan renta yang masih gesit di usia 69 ini mulai berkecimpung dalam dunia pers pada Harian Waspada Medan sejak 29 September 1980 hingga Agustus 2021. Tugas liputannya lintang pukang ke berbagai pelosok seantero Aceh. Putra ke delapan dari 11 bersaudara pasangan Nyak Sarong ID-Aisyah bin Arsyad Mando Gle ini tidak pernah luput dari berbagai ancaman.
Ancaman demi ancaman dan makian hingga dikejaran dengan bedil dan ekor pari di Pulau Weh, Sabang. Peristiwa 8 Desember 1981 itu ketika Usia Khadafi baru lima bulan. Pelakunya adalah oknum AL. Malam itu dia harus mengumpet di rumah Dandim Sabang Letkol Carnolis Tane. Kala itu praktisnya selama satu bulan Kantor Press Centre di bawah pimpinan Teuku Yusuf, BBA wartawan analisa terpaksa ditutup sementara.
Selain sebagai wartawan pemegang sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama ini, Adnan NS juga pemegang Press Card Number One (PCNO) 2013 bersamaan Wamen Kominfo Nezar Patria, dosen tetap pada Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisipol Universitas Iskandar Muda Aceh (UNIDA) Banda Aceh ini mengaku tegar dan sukses dalam menjalankan tugas jurnalistiknya berkat gemblengan mental, kedisiplinan didikan keras Harian Waspada tertua di Sumatera.






