Sosok Adnan NS, “Si Brewok Aceh Itu” Peroleh Penghargaan PWI

Adnan NS | Dok Ist.

APJN.NET|BANDA ACEH, Sosoknya tidak asing dalam dunia pers di seantero Nusantara ini. Dalam pasport tercantum nama lengkap ortunya Adnan Nyak Sarong. Sementara nama populernya Adnan NS.

“NS” itu merupakan kependekan daripada Nyak Sarong. Orang tuanya si bungsu dari dua bersaudara pasangan Hanafiah-Fatimah. Kebetulan saat proses kelahiran orang tua-nya terbungkus plasenta alias “bersarung”. Namanya pun langsung dipanggil si Sarong.

Lazimnya dalam kehidupan orang Aceh anak kecil atau si bungsu digelar si Nyak. Kebetulan lahir bersarung, jadilah sebutan Nyak Sarong hingga dewasa. Nama aslinya Yahya.

Di balik itu ada cerita menarik. Suatu ketika Adnan NS melakukan lawatan ke Eropa. Nama dalam tiket dan manifest maskapai penerbangan asing itu tertulis: Mr. Sarong Nyak-Adnan. Di kala transit, dia nyaris tertinggal di Bandara Amsterdam. Hingga last called pada last minute, suara panggilan Sarong Nyak terus berlangsung. Merasa tak memiliki nama seperti itu dia tetap duduk tenang.

Dia baru tersadar kalau nama yang dipanggil- panggil itu adalah namanya. Salah seorang petugas mengelilingi barisan penumpang di waiting room. Sambil mengangkat tangan, petugas ini menanyakan route flight kepada para penumpang. Jika tidak begitu, pasti harus bermalam di Bandara yang menggigil itu. Kelakar ini diutarakan suatu ketika kepada para wartawan junior mengerubutinya di suatu kafetaria di Kota Langsa.

Adnan NS, kelahiran Krueng Sabee, Ahad 14 Agustus 1955, pada Jumat (9/1) malam memperoleh Penghargaan sebagai Tokoh Pers Senior tataran nasional asal Aceh Jaya.

Pos terkait