APJN.NET| BANDA ACEH, Caleg DPRK Banda Aceh nomor urut 3 dari Partai NasDem, Dapil 2 Kecamatan Kuta Alam, Nur Safarina, sangat berharap keterwakilan suara perempuan setengah dari jumlah anggota legislatif di Kota Banda Aceh, sehingga semua program-program perempuan bisa berjalan dengan baik terhadap persoalan yang dirasakan sangat minim sekarang ini.
Hal tersebut disampaikannya dalam kampanye silaturahmi yang digelar, Minggu (4/2/2024).
Ketua komite sekolah SMP Negeri 2 Banda Aceh yang telah memasuki tahun ketujuh dan juga ketua lembaga pendidikan anak berkebutuhan khusus, Nur Safrina, mengatakan semakin banyak kaum perempuan di legislatif, maka akan semakin banyak aspirasi perempuan yang terserap.
Lanjut Nur Safarina, menghadapi berbagai persaingan yang semakin ketat di masa mendatang, dia berharap kaum perempuan khususnya di Kota Banda Aceh untuk terus mengasah diri dan memperdalam ilmu agar perempuan Aceh semakin hebat di masa depan.
Siapkan Berbagai Program
Selanjutnya, dalam kesempatan itu, Nur Safarina juga menyampaikan berbagai program yang telah disiapkan, jika dirinya terpilih sebagai anggota legislatif di Kota Banda Aceh, diantaranya adalah terkait pendidikan.
Dikatakan Nur Safarina, dirinya sangat memahami dengan kondisi pendidikan sekarang ini. Untuk itu dia berharap kedepannya pendidikan di Kota Banda Aceh juga harus semakin lebih baik lagi. Karena menurutnya, pendidikan yang dimulai dari tingkatan pendidikan dasar, SMP, SMA dan seterusnya adalah cikal bakal generasi muda nantinya yang memang harus benar-benar diperhatikan. Konon kata Nur Safarina, melihat selama ini pergaulan yang begitu sangat mengkhawatirkan
Selain itu, kata Nur Safarina, juga fokus terhadap program pengembangan usaha kreatif keluarga dan masyarakat. Karena dengan pengembangan ekonomi kreatif, keluarga bisa menjadi sejahtera. “Karena jika ekonomi keluarga bisa tercapai dengan baik, terhadap semua yang diharapkan bisa berjalan hingga menuju kesejahteraan dalam kehidupan sehari hari,” ujar Nur Safarina.
Dia juga melihat selama ini banyak sekali persoalan yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan, terutama adalah masalah ekonomi, seperti terjadinya ‘begal’ dan sejalan persoalan lainnya yang menurutnya dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang kurang stabil.
Oleh karenanya, kata Nur Safarina dirinya juga nantinya, berharap jika terpilih menjadi anggota legislatif di DPRK Banda Aceh, akan fokus ke sektor UMKM. Selain itu, juga menyangkut dengan program kesehatan. “Kita akan membuka kerjasama dengan pihak swasta. Di mana satu kecamatan adanya satu klinik kesehatan berbayar BPJS.
Meskipun kita ketahui sekarang ini adanya puskesmas oleh pemerintah, namun dirasakan kerjanya belum efektif, dikarenakan mereka bekerja setengah hari, bukan 24 jam. “Nah, klinik 24 jam ini di mana khususnya ketika di malam hari ada yang sakit, kita tidak harus antrian di Instalasi Emergensi/Instalasi Gawat Darurat (IGD). Minimal, di klinik nantinya ditempatkan dokter spesialis, sehingga bisa membantu masyarakat ketika mendadak sakit pada malam hari,” ucapnya.
Lanjutnya, klinik tetap bekerjasama dengan BPJS kesehatan. “Semoga saja jika terpilih nantinya program tersebut dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan efektif,” jelas Nur Safarina.
Selanjutnya, Nur Safarina juga menyampaikan terkait qanun penyediaan lapangan kerja bagi anak-anak muda terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Banda Aceh.
Salah satunya, dia menyebut seperti perusahaan-perusahaan swasta yang ada di wilayah Kuta Alam. “Kita berharap ada qanun yang mengatur tentang hal itu. Sehingga adanya butir-butir terhadap perusahaan-perusahaan yang beraktifitas di Kota Banda Aceh, yakni mematuhi aturan yang mengikat agar menyiapkan kuota khusus untuk dapat mempekerjakan pemuda-pemudi yang ada di wilayah dimana perusahaan tersebut menjalankan aktifitas usahanya.
Karena menurutnya, hal tersebut juga merupakan salah satu cara mengurangi pengangguran yang ada di Kota Banda Aceh. “Selama ini yang banyak bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut adalah mempekerjakan pemuda pemudi dari luar, sementara anak anak muda di Banda Aceh tidak mendapatkan pekerjaan sebagaimana yang diharapkan,” paparnya.
Meskipun, tambahnya pemuda pemudi tersebut memiliki kemampuan, namun mereka tidak memiliki kesempatan untuk bekerja. Dan hal ini, kata Nur Safarina sangat disayangkan, sementara mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja, padahal perusahaan perusahaan tersebut beraktifitas di lokasi mereka tinggal.
“Alhamdulilah, terhadap apa yang saya kemukakan itu mendapatkan respon positif dari pemuda pemudi yang ada di kecamatan Kuta alam,” tuturnya. Artinya, tambah Nur Safarina, lagi menyebutkan harus adanya qanun yang mengatur tentang hal tersebut sehingga regulasi yang ada bisa berjalan seperti yang diharapkan.
Selanjutnya, dalam kesempatan itu, Nur Safarina, juga menyampaikan terhadap berbagai program yang juga menjadi sebuah program prioritas kedepannya. Selain program prioritas lainnya, Nur Safrina juga berharap bahwa program pendidikan menjadi sebuah keharusan yang menjadi perhatian program utamanya. Karena pendidikan menjadi dasar dan modal utama bagi seorang pemimpin dan menjadikannya lebih baik kedepannya.
Dikatakannya, pendidikan tidak mesti diperoleh dari sekedar belajar saja, namun juga harus disesuaikan dengan bakat dan keterampilan yang dimiliki oleh anak itu sendiri, dan pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan. “Program bakat dan minat itu saya pikir menjadi sesuatu yang sangat baik,” ucapnya.
Harapannya kedepan, harus ada perubahan secara signifikan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintahan pusat, sehingga menjadi perubahan yang benar- benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dari segi pendidikan, ekonomi serta dari segala sumber aspek kehidupan lainnya sehingga masyarakat merasakan kehidupan yang lebih baik dan layak menuju kesejahteraan. []






