APJN.NET|BANDA ACEH, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mencatat, sepanjang tahun 2023, jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) naik 5 persen, yakni sebanyak 710 orang dibanding tahun lalu, 677 orang.
Hal tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/12/2023).
Selanjutnya, Dirlantas mengatakan total kasus laka lantas yang ditangani Ditlantas Polda Aceh juga meningkat 9 persen.
“Tahun lalu sekitar 3.495 kasus, sekarang 3.528 kasus,” sebut Iqbal.
Lebih lanjut kata Iqbal, di antara banyaknya kasus laka lantas, korban luka berat berkurang 9 persen, yakni sebanyak 246 jiwa, dibandingkan Tahun 2022, sebanyak 271 kasus. Kemudian juga, untuk kasus korban luka ringan, tahun lalu, sebanyak 5.233, sekarang menjadi 5.207 jiwa.
Iqbal mengatakan total kerugian material akibat laka lantas sepanjang tahun 2023, mencapai Rp10,7 miliar. Jumlah ini meningkat sebesar Rp2,1 miliar dari tahun lalu sebesar Rp8,6 miliar.
“Untuk angka laka lantas tertinggi terjadi di Banda Aceh, yaitu 683 kasus. Kemudian disusul Bireuen sebanyak 483 kasus dan Aceh Timur 424 kasus serta Pidie sebanyak 211 kasus,” paparnya.
Di samping itu, Iqbal menyebutkan korban laka lantas terbanyak dari kalangan pelajar sebanyak 1.663 kasus. Kemudian karyawan swasta 892 kasus, mahasiswa 745, petani 630 kasus, PNS 323 kasus, dan pedagang 97 kasus. Lalu, buruh 83 kasus, pengemudi 75 kasus, Polri 35 kasus, serta TNI 35 kasus.






