“Sejauh ini Gampong Lambada, belum ada kantor desa, kantor desanya masih di tas, yang ada laptopnya, berikut juga terkait struktur gampong, belum mereka miliki. Artinya kalau ada sesuatu hal yang penting paling hanya sekretaris dan admin yang mengerjakannya,” kata Tasmiati.
Untuk itu kata Tasmiati, nantinya juga akan dibuatkan struktur-strukturnya, baik dari manajemen desa, dimulai dari misi-visi gampong, serta program program terkait potensi gampong.
“Kita juga akan membuat film dokumenter, berupa kehidupan sehari hari di gampong tersebut, mulai dari pendataan penduduk, struktur desa, dan visi-misi gampong,” papar Tasmiati.
Ia juga menyebut terkait program pendidikan, yakni belajar membaca serta berhitung tingkat SD. Selain itu juga, pembuatan konten kreator, dan kerajinan, pembuatan daur ulang, serta pembelajaran pembuatan kue, juga jadi program yang dijalankannya.
Sementara terkait kegiatan keagamaan, juga diadakannya pengajian, Selasa dan Rabu, malam. Sementara itu, terkait seni budaya, juga diadakannya pelatihan menari.
Selanjutnya, terkait sarana dan prasarana, ia menyebut membuat bak cuci piring, membersihkan mushola dan MCK serta dibarengi dengan pengecetan pagar, dan pembersihan lapangan bola kaki.
Selain itu, juga ada beberapa program lainnya, dilakukan seperti budaya hidup sehat, pentas seni, pemutaran film layar tancap, berupa dokumenter.
Sementara itu, terkait program pangan berupa pertanian dan perkebunan, yakni bagaimana memanfaatkan perkarangan rumah menjadi persawahan, di mana penanamannya melalui pembuatan bedeng.






