Adapun kegiatan dimulai dengan acara sosialisasi secara umum mengenai stunting yang berisi informasi mengenai pengertian, penyebab, dampak, cara pencegahan dan pengobatan.
Perencanaan Program
Sebelumnya, Tasmia Emsa, mengatakan bahwa diawal pertemuan mahasiswa KKM kelompok 4 dalam bimbingannya diminta untuk merencanakan apa yang akan dilakukan sebelum program tersebut dijalankan.
“Selama 30 hari itu apa-apa saja program programnya. Intinya program program yang akan kita lakukan itu bisa bermanfaat untuk orang lain dan berkelanjutan hingga bisa digunakan dan bermanfaat selamanya untuk masyarakat,” ucapnya.
Ia mencontohkan, seperti daur ulang, di mana bahan bahan yang dirasa tidak bermanfaat dapat diproses untuk bisa digunakan secara baik oleh masyarakat, asalkan cerdas dan kreatif untuk mengolahnya.
Selain itu, sebutnya ada beberapa bahan yang dirasakan tidak berguna, namun dapat dimanfaatkan, seperti tutup botol air mineral, kain perca dan lain sebagainya.
Di mana, kain perca bisa dijadikan bahan baku untuk diproses menjadi dombet, tas dan lain lainnya, sebagai konveksi. Sedangkan tutup botol air mineral, bisa dibuatkan keranjang, tempat bolpoin, dan lain-lainnya.
Sedangkan terkait barang rongsokan lainnya, juga bisa digunakan, seperti sendok plastik yang tidak bisa digunakan lagi, lalu kita kumpul dan manfaatkan sebagaimana kebutuhan, seperti penutup bola lampu.
Selain itu, tambahnya ada beberapa program yang dilaksanakan, diantaranya perbaikan profile desa. Karena sampai hari ini desa tersebut belum memiliki kantor. Sehingga dalam setiap kegiatan administratif belum berjalan secara efektif.






