APJN.net|ACEH BESAR|Dosen Pembimbing Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 4 Unida Banda Aceh, Tasmiati Emsa, SH MSi, di Pemukiman Lamteuba, Gampong Lambada, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, menyebut Sosialisasi stunting menjadi salah satu program penting yang harus dijalankan, selain program program lainnya, sesuai kesepakatan bersama dengan masyarakat gampong setempat.
Hal tersebut, disampaikannya disela-sela kunjungan rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim, bersama rombongan dijajaran Universitas Iskandar muda Banda Aceh, diantaranya Warek Dr Bustamam Ali, Dr Ir Nasrullah, Drs Hamdani (koordinator Kampus Alam Lamteuba), Ali Azis Usman ST MM, (Ketua Panitia KKM 2023) beserta staf, Minggu (3/9/2023).
Selanjutnya, Tasmiati Emsa, mengatakan bahwa untuk sosialisasi penyuluhan stunting sangat penting dilakukan, mengingat stunting merupakan persoalan yang paling terbesar dalam kehidupan manusia.
Untuk itu, dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 4 Gampong Lambada, menggelar program kegiatan sosialisasi Pencegahan Stunting.
“Ini penting untuk disosialisasikan dikarenakan stunting berdampak negatif terhadap sumberdaya manusia di masa yang akan datang.
“Stunting bukan hanya dilihat dari postur tubuh (fisik) saja, namun yang menjadikan pokok permasalahannya adalah dari IQ. Karena dari hasil penelitian yang ada bahwa 30 tahun kemudian dikhawatirkan IQ manusia akan menurun, karena kurangnya asupan gizi yang baik, sehingga berdampak pada IQ berpikir hingga manusia nantinya akan bertindak seperti hukum rimba, di mana siapa yang kuat yang berkuasa,” ujarnya.






