APJN.net | BANDA ACEH | sebanyak 6 orang utusan dari Universitas Iskandarmuda (Unida) Banda Aceh, masuk sebagai pengurus Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Provinsi Aceh, Periode 2023-2026.
Adapun nama nama 6 orang tersebut dalam struktur kepengurusan ISKI Provinsi Aceh, masing masing sebagai Dewan Pembina T Setia Budi, dan Bustamam Ali. Disusul Dewan pakar Alwi Ibrahim. Sementara itu, Dewan Pengurus Harian Mukhtaruddin Yacob, Tisi Maulidya Putri dan Hendra Sukmana.
Kepengurusan tersebut tertuang dalam Surat keputusan (SK) Nomor56/VIII/2023, tentang penetapan Pengurus ISKI Korwil Aceh, ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 21 Agustus 2023, dan ditandatangani Ketua Umum, Dr Dadang Rahmat Hidayat SH S.Sos M.Si dan Sekretaris Jenderal, Prof Dr Rajab Ritonga M.Si.
Adapun pelaksanaan pelantikan tersebut, digelar di Ruang VIP Academic Activity Center (AAC) Prof Dr Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh, Selasa (22/8/2023).
Sementara itu, Dr Bustamam Ali, MPd, berharap pelantikan kepengurusan ISKI Aceh, bukan hanya sekedar pelantikan tetapi bagaimana melahirkan ide ide atau gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya, melansir infoaceh.net, Dr Hamdani M Syam terpilih kembali sebagai Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Aceh periode 2023-2026. Terpilihnya Hamdani melalui Musyawarah Daerah (Musda) ISKI Aceh II yang diselenggarakan di satu hotel di Banda Aceh, Sabtu (2/7/2022).
Proses penyaringan calon ketua ini dilakukan secara terbuka yang dipandu oleh ketua pimpinan sidang, Muhammad Hamzah.
Pada penyaringan calon ketua ISKI Aceh ini, diusulkan dua orang calon awal yang terdiri atas Dr Hamdani M Syam dan Dr A Rani Usman MSi.Namun, Rani Usman langsung menyatakan mengundurkan diri karena sedang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) Aceh. Karena itu, Hamdani M Syam terpilih sebagai Ketua ISKI Aceh periode 2023-2026 secara aklamasi.
Dr Bustamam Ali Sebut Bahaya Penggunaan Hp Android Bagi Anak Usia Dini
Selanjutnya di tempat terpisah, Dr Bustamam Ali, juga menyebut perlunya sosialisasi tentang penggunaan hp Android yang baik dan benar. Karena menurutnya, penggunaan hp Android bagi anak anak usia dini perlu pengawasan ketat dari para orang tua.
“Banyak para generasi milineal, serta anak anak usia dini yang diracuni oleh pengaruh multi media, karena tanpa pengontrolan yang serius dari para orang dikhawatirkan anak anak generasi emas kita bisa terperosok kedalam hal hal dapat merugikan dirinya dan orang lain pada umumnya,” ujarnya.
Ia mencontohkan seperti halnya penggunaan hp Android, yang semakin marak dan menjadi konsumsi masyarakat pada umumnya,
“Jadi, ini perlu dicari formulasi penyampaian pesan pesan kepada keluarga. Kalau anaknya menangis jangan langsung didiamkan dengan memberikannya hp,” ucapnya.
Karena sebutnya, di sana ada pesan pesan yang dapat meracuni generasi muda kita, terutama usia emas (usia dini). Begitupun SD, SMP, dan SMA hingga perguruan tinggi.
Artinya, ucap Bustamam Ali, perlunya dilakukan sosialisasi terkait bahaya bahaya penggunaan hp Android yang sifat penggunaannya dilakukan secara terus menerus.
Bahkan sekarang ini, tambah Bustamam Ali, hp Android sudah menjadi kebutuhan anak anak yang para orang tua tidak mampu lagi untuk mengontrol dan membendungnya.
Sehingga penggunaan Hp android, sudah menjadi sarapan bagi anak anak. “Begitu bangun pagi yang dilihatnya adalah Hp android,” terangnya.
Jadi kata Bustamam, hal itu menjadi salah satu upaya dan program ISKI, untuk bagaimana berupaya melakukan dengan membuat semacam pertemuan pertemuan kepada para orang tua yang nantinya difasilitasi oleh ISKI, bertajuk”Bahayanya Penggunaan Hp Android Bagi Anak anak Usia Dini”.
Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat aktual jika dilakukan kepada para orang tua. Karena ada tatanan lain yang dapat merusak perkembangan moral dan mental anak, jika para orang tua tidak melakukan pengawasan secara kontinu.
Ia menyebut, Hp Android juga telah memutuskan secara langsung hubungan komunikasi antar anak dan orang tua.
Karena masing masing sudah disibukan dengan konten konten yang ditampilkan di hp android.
“Dan ini salah satu program yang harus dilakukan oleh ISKI dalam melakukan sosialisasi agar penggunaan hp android jangan sampai merusak generasi emas anak anak Indonesia,” jelasnya.
Bahkan, sambungnya negara negara maju sudah lama melakukan pelarangan penggunaan hp android bagi anak anak usia dini. Karena dampak negatif lebih besar ketimbang dampak positifnya.
Bukan berarti multi media tidak boleh digunakan bahkan itu dianjurkan tetapi menggunakannya pada konten konten yang bermanfaat, berupa edukasi atau pembelajaran.
Intinya, sebut Bustamam Ali, para orang tua harus benar benar selektif dalam melakukan pengawasan terhadap anak anaknya dalam penggunaan hp Android.
Karena tidak tertutup kemungkinan ketika dia menonton film film / vidio vidio , para orang tua harus benar benar selektif melakukan pengawasan. Karena banyak pesan pesan yang didalamnya menyesatkan.
“Dan ini sangat berbahaya bagi anak anak. Artinya teknologi komunikasi memang banyak azas manfaatnya tetapi juga tidak sedikit yang dapat merusak generasi muda kita kedepannya.
Meski diakuinya, bahwa untuk membendung konten konten negatif di hp android memang tidak gampang, karena signalnya lebih halus dari pada angin meski dalam ruangan tertutup rapat, namun penggunaan hp android masih bisa lolos dan digunakan.
Lanjutnya, secara teknologi hp Android memang tidak bisa dibendung penggunaannya, hanya dengan cara memberikan pemahaman kepada pengguna melalui mata hati dan nilai nilai karakteristik bahwa teknologi yang didalamnya dapat meracuni dirinya.
“Teknologi Android ini, ibarat pisau, jika kita salah mempergunakannya dapat membahayakan dan merugikan diri sendiri bahkan juga orang lain,” pungkasnya. []






