APJN.net| BANDA ACEH | Tim Panitia Khusus (Pansus) bentukan DPRK Banda Aceh, terkait Pengawasan Pengelolaan Keuangan Pemerintah kota Banda Aceh, sudah beberapa kali mengadakan rapat (pertemuan) dan turun kelapangan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pansus, H Heri Julius S.Sos MM, kepada media ini, Selasa (15/8/2023).
Menurutnya, tim Pansus sudah beberapa kali mengadakan rapat, bahkan sudah dua kali turun kelapangan. Pertama ke Dinas Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh (DPKK) untuk pengecekan aset aset.
“Hari ini (kedua) kita turun ke Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah perdagangan (Diskopukmdag),” ujarnya.
Kemudian, berikutnya kita mau turun lagi kebeberapa proyek yang tersangkut utang kemarin yang sudah dibayarkan. Karena kemarin dari pengembalian dana dari pembangunan Banda Aceh Madani Education Centre (BMEC) itu, Rp58 miliar, untuk bayar utang katanya.
Jadi, kita mau turun ke aset aset ataupun proyek proyek yang terutang. Proyek proyek mana saja, karena menurut penjelasan dari DPKK ada Rp24 miliar, yang sifatnya urgen. Jadi kita mau turun, dari Rp24 miliar itu yang mana saja yang sudah dibayarkan.
“Bisa jadi kita turun dalam minggu ini. Mudah mudahan dengan adanya pansus pengelolaan keuangan ada titik kejelasan. ‘Dan kita berharap kedepan sudah adanya kejelasan, sehingga setiap tahun pemko tidak lagi terutang,” ujarnya.
Apalagi sebutnya tahun ini banyak paket paket pekerjaan yang 23 juga belum terealisasi. “Maka perlunya kita turun ke lapangan,” pungkasnya. []






