“Agama kita kan menyuruh berikhtiar untuk menghindar jika ada setiap ancaman penyakit yang bakal mengoroti kita,” sebutnya.
Artinya, tambah dosen Unida tersebut,
bukan berarti, kawula muda bisa terhindar tanpa perlu divaksin.
“Tidak juga, itu sangat tergantung pada kemampuan daya tahan tubuh masing-masing kita,” tandasnya.

Terakhir ia menyebutkan pengalaman dua kali berkunjung ke rumah sakit tersebut, justeru terlihat kawula tua dari etnis china lebih antusias untuk memaksin diri ketimbang orang kita.[***]






