Minimal, katanya material yang diangkut tidak melebihi kapasitas karena berdampak pada jalan tersebut yang tidak sanggup menahan beban material yang diangkut.
“Kami tidak muluk-muluk, cuma minta itu sama pengembang, sambil tetap berharap perbaikan menyeluruh dari pemerintah,” pungkasnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi pihak pengembang yang membangun perumahan di Dusun Musafir, Gampong Alue Naga, belum memberi jawaban atas prihal tersebut kepada apjn.net, ketika akan dimintai tanggapannya.
Pesan apjn.net, yang dikirim via WhatsApp (WA) kepada pihak pengembang, belum juga dibalas sampai berita ini ditayangkan, meski statusnya sudah contereng dua.
Sementara, dalam Vidio yang dikirim oleh warga, berdurasi sekian menit itu terlihat beberapa truk pengangkut material, ke jalan utama menuju proyek perumahan di Dusun Musafir, Gampong Aluenaga, berlalu lalang, dengan menampilkan beberapa jalan yang rusak.
Amatan, apjn.net, lewat Vidio yang dikirimkan, terlihat jelas kerusakan jalan tersebut, sejak Vidio itu ditayangkan dengan kondisi jalan ditimbun pasir.
“Parahnya lagi, lubang jalan yang ditimbun dengan pasir itu membuat kondisi jalan saat musim panas berdebu sehingga mengganggu aktifitas warga sekitar,” kata salah seorang warga Dusun Musafir.
Menurutnya, menyebutkan kondisi jalan yang rusak tersebut sangat menggangu warga sekitar ketika musim panas, hingga mengeluarkan debu.
Meski sudah dilakukan penyiraman, namun ketika panas bongkahan tanah tersebut kembali mengering dan mengeluarkan debu hingga bertebaran dan menggangu aktifitas warga setempat.






