“Selaku pihak kampus kita berharap mahasiswa Unida, sukses dalam pengabdian di masyarakat sebagai mahasiswa dan sukses juga mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi,” harapnya.
Namun, ia menambahkan bukan berarti mahasiswa dilarang untuk melakukan kritikan-kritikan terhadap perubahan. Karena perubahan perubahan juga bisa didapat ketika kita selesai kuliah. Untuk itu, sebagai mahasiswa dibutuhkan planing dan rencana yang matang.
“Bukan berarti jika tidak turun kejalan-jalan bahwa mereka bukan mahasiswa, akan tetapi juga mahasiswa diharapkan bisa tampil kedepan yang sifatnya memiliki indeks prestasi nilai yang baik ketika memperoleh ilmu di kampus,” jelas Penasihat PWI Aceh itu.
Sambungnya, pihak kampus selalu berharap yang terbaik bagi mahasiswanya, dan siap untuk melakukan diskusi bahkan selalu melakukan pembinaan terhadap para mahasiswa.
Bahkan, katanya berpikir BEM Unida, juga kritis dalam melakukan kritikan perubahan perubahan yang membangun. Karena melalui suara mahasiswa masyarakat berharap dapat memilih pemimpin yang baik dan benar agar perubahan perubahan kearah perbaikan dapat terus dirasakan manfaatnya.
“Ya kita tidak melarang mahasiswa untuk melakukan reaksi reaksi dilapangan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun juga, perlu diingat bahwa terhadap apa yang menjadi sebuah kewajiban dan tanggungjawab juga harus menjadi perhatian mahasiswa,” ungkapnya.
Sementara, mahasiswa prodi komunikasi , Sahlan Firdaus, dalam kesempatan itu, mengatakan ketika berbicara pemilu 2024, tentang kualitas seharusnya adanya edukasi pemerintah terhadap generasi Z dan milenial.






