Menanggapi hal itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menjelaskan bahwa dari berbagai pertemuan dewan kota dengan pemko tidak ada pembicaraan pemotongan BLT bagi masyarakat yang tidak bersedia atau keberatan untuk divaksin. Meski demikian, ia berjanji untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah kota.
“Selaku pimpinan DPRK kami meminta kepada pemko melalui dinas kesehatan dan puskesmas di sembilan kecamatan agar terus menyosialisasi secara jelas dan tuntas sehingga masyarakat memahami dengan baik urgensi dari vaksinasi itu,” kata Farid Nyak Umar di hadapan warga.
Menurut Politisi PKS ini, pemerintah perlu hadir memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga mereka merasa mendapatkan manfaat ketika divaksinasi. Setiap kebijakan yang dilakukan pemerintah juga harus disampaikan kepada masyarakat dengan jelas agar tidak menimbulkan kebingungan. Apalagi banyak sekali hoaks yang dinilai bisa meracuni pikiran masyarakat.
“Karena itu kami berharap dengan adanya peningkatan sosialisasi itu masyarakat akan mendapatkan informasi yang benar, bisa dipertangungjawabkan sehingga warga tidak resah dengan persoalan vaksin ini,” tutur Farid Nyak Umar.[]






