Ketua DPRK Buka Festival Tet Apam Se-Banda Aceh

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, resmi membuka Festival Tet Apam Se-Kota Banda Aceh yang digelar Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh di Anjongan Pemkab Pidie, Kompleks Taman Sultanah Safiatuddin, Sabtu (15/03/2022).[Ist]

Ketiga, keseimbangan. Tet apam harus seimbang, antara besarnya api, kecermatan, dan ketepatan waktu. Jika tidak seimbang dan sesuai maka apam akan gosong dan tidak dapat dikonsumsi.

Keseimbangan dalam hidup ini adalah hal utama, bagaimana kita bisa menyeimbangkan hubungan dengan Allah dan dengan manusia, keseimbangan dalam segala urusan, sikap adil dan saling menjaga dan menghargai.
Keempat, tidak untuk dimakan sendiri. Setiap tet apam pada satu rumah, maka sudah barang tentu apam tersebut akan dibagikan pada sanak saudara dan jiran tetangga.

”Tet apam mengajarkan kita untuk berbagi, kesetian, hidup sosial dan peka dengan lingkungan dan sesama. Ingat prinsip ”tidak ada apam yang dimakan sendirian,” bermakna berbagi pada sesama adalah ajaran adat istiadat dan syariat islam,” tutur Farid.

Lebih lanjut Farid mengajak agar tradisi tet apam harus dlestarikan bersama, karena tradisi ini mengajarkan untuk memperkuat tali persaudaraan dan saling. Untuk menjaga dan melastarikan tradisi ini.

Hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPR-RI, Nasir Djamil, Anggota DPD-RI M. Fadhil Rahmi, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Muhammad Ridha, Ikatan Mahasiswa Pelajar dan Masyarakat (IMPM) Mutiara Raya, Zulmahdi Hasan dan para tamu undangan lainnya.[adv]

Pos terkait