Ketua DPRK Buka Festival Tet Apam Se-Banda Aceh

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, resmi membuka Festival Tet Apam Se-Kota Banda Aceh yang digelar Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh di Anjongan Pemkab Pidie, Kompleks Taman Sultanah Safiatuddin, Sabtu (15/03/2022).[Ist]

APJN.NET- BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, resmi membuka Festival Tet Apam Se-Kota Banda Aceh yang digelar Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh di Anjongan Pemkab Pidie, Kompleks Taman Sultanah Safiatuddin, Sabtu (15/03/2022).

Kegiatan yang bertajuk Budaya Aceh Keuneubah Indatu tersebut memperebutkan piala Ketua DPRK Banda Aceh, yang diikuti oleh ibu-ibu perwakilan dari setiap kecamatan di Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Farid Nyak Umar menyampaikan bahwa apam merupakan makanan khas masyarakat Aceh. Makanan yang berbahan dasar tepung beras dan dibakar dengan kuali tanah ini hanya bisa ditemukan saat bulan Ramadan dan bulan kenduri apam atau bulan Rajab. Namun, kini bisa ditemui di beberapa gerai makanan dan warung kopi.

Menurutnya, tet apam ini merupakan salah satu budaya yang telah lama diwariskan secara turun-menurun dalam masyarakat Aceh pada bulan Rajab. Ini merupakan tradisi yang sudah sangat mengakar dan mempunyai nilai filosofi yang sangat mendalam, baik dilihat dari perspektif agama dan sosial budayanya.

“Budaya tet apam harus dilestarikan untuk anak cucu dan generasi penerus. Tet apam punya makna tersendiri. Pertama, kenduri apam merupakan bentuk kesyukuran atas nikmat yang sudah diberikan Allah Swt dalam setahun terakhir dan sebagai persiapan menyambut Ramadan dua bulan ke depan, dengan pemenuhan nutrisi sejak bulan Rajab maupun Sya’ban.

Kedua, spirit agama. Hal ini jelas terlihat dari kebersamaan dalam proses tet apam, dimulai sejak dari perencanaan, proses, hingga penyajian hasil memasak bersama para keluarga dan tetangga dengan penuh keakraban,
Ketiga, spirit budaya, bila dikaji rutinitas tahunan peunajoh (kuliner) Aceh yang dilaksanakan pada bulan Rajab dalam kalender Hijriah, nilai dan spirit budaya sangat erat dengan jati diri bangsa.

Pos terkait