“Termasuk rekan – rekan lainnya juga turut hadir, seperti Mulyadi Thaeb, dan Nazira, mewakili dari kecamatan Kutaraja,” alkisah Farida, menambahkan.
“Memang sih, pada saat itu saya merasa kehilangan, ya dari sisi rasa dan perasaan pada saat itu ya merasa aja kehilangan dengan rekan – rekan di partai,” katanya.
Bagi dirinya, hal tersebut memiliki sebab, karena dirinya merasa ikut membantu dan membesarkan partai Nasdem, diawali ketika Partai NasDem masih Ormas.
“Dan sampai sekarang ini saya masih tetap setia dan komit terhadap partai NasDem,” terangnya.
Ia menyadari pada saat kepemimpinan Irwan Johan, meski sempat terjadinya miskomunikasi terhadap sesamanya, namun tiba disaat hari – hari besar beliau tetap merayakannya, seperti maulid nabi, dan hari – hari besar nasional.
Harapannya kedepan siapapun nantinya yang terpilih menjadi ketua DPD harus,lah lebih Arif dan bijaksana, serta dapat membangun partai Nasdem kedepannya lebih baik lagi.
Intinya, dikatakan Farida Jangan sampai partai NasDem terlalu fakum.
Ketika disinggung terkait masih belum adanya ketua definitif di DPD NasDem Kota Banda Aceh, Farida mengatakan telah mengusulkan Heri Julius sebagai ketua definitif DPD Kota Banda Aceh, namun hingga kini hal tersebut belum terjawab
sehingga terhadap segala kegiatan dan program yang ada dan akan dilaksanakan terkoma sementara.
Sementara kita melihat di partai – partai yang ada lainnya sudah melakukan yang namanya, Muscab, Musda, maupun Muswil.
Nah disini kita agak sedikit miris, lantaran sebelumnya partai ini dibangun atas kebersamaan dan kerja keras serta komitmen bersama dan setidaknya mampu bekerja lebih keras lagi.
“Ini yang sangat kita sayangkan, pengennya kita, partai NasDem ini kedepannya lebih maju dan berkembang lagi seperti harapan kami, Heri Julius yang memimpin DPD Kota Banda Aceh,” tuturnya.
Mengapa kami memilih beliau, karena kami menganggap beliau telah memiliki banyak massa, serta sudah dua periode menjadi anggota dewan, ditambah lagi ianya, pernah menjabat wakil DPRK Banda Aceh, dan sekarang ketua Badan legislasi (Banleg)
Ia menilai, alangkah baiknya seorang ketua DPD harus yang berbekal anggota Dewan, dan memiliki elektabilitas dan erektabilitas yang mumpuni.
Disini kami melihat sosok Heri Julius, sangat cocok sebagai ketua, ditambah lagi, dengan adanya kaum – kaum yang beliau miliki. Setidaknya sebut Farida, selaku kader partai memiliki marwah dan kebanggaan karena partai NasDem Kota Banda Aceh dipimpin oleh sosok anggota dewan.
Farida mengatakan meski secara struktur kepengurusan sekarang ini dirinya di DPD partai NasDem maupun Garnita tidak memiliki jabatan apapun, namun dirinya tetap berkomitmen membesarkan partai NasDem.
Diakui Farida, kala itu dirinya sempat fakum, karena ikut suami tugas, oleh karena saat ini suaminya telah menetap bertugas di Banda Aceh, makanya ia kembali bergabung ke NasDem.
Dalam struktur kepengurusan partai NasDem, saat ini ia tidak miliki status apapun, hanya saja Heri Julius, menempatkan dirinya di DPD.
Karena belum terbentuknya kepengurusan baru makanya ia meminta saya untuk di DPD. Oleh karena belum adanya ketua definitif, dan struktur yang baru, begitu juga pergerakan dan kegiatan apapun.
Hanya kita melihat Heri Julius begitu aktif menjalankan pergerakan di NasDem, seperti halnya gowes yang dijalankan saat ini.
Di Garnita sendiri saat ini oleh karena ketua Garnita Nazira saya mendorong dan membantu beliau untuk merekrut orang – orang baru baik sebagai anggota maupun dalam struktur kepengurusan.
Intinya kata Farida, apapun yang bernilai positif terhadap pergerakan partai Nasdem, tetap kita dukung.
Untuk sekarang kita sedang giat di Hoe Jak gowes, dibawah binaan Heri Julius, apa yang bisa kita bantu kita bantu, yakni tetap berkomitmen atas dasar kebersamaan,” ungkap Farida Ariani. []






