Kasatker BWS Wilayah Sumatera I Bantah Proyek Sungai Lawe Alas Gunakan Material Bodong

Kasatker Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Fardiyanti/ Ist

Artinya, tambah Fardianti, lagi dirinya menjadi bingung terus menerus dipertanyakan. Padahal kita sudah selesaikan semuanya.

Lebih lanjut, Fardianti mengatakan pekerjaan tersebut sudah dilakukan serahterima pada bulan September 2021, lalu.

Sambungnya, menyebutkan bahwa dia selalu menegaskan kepada tim kerjanya agar bekerja sesuai dengan qualyfact. Begitupun menyangkut dengan surat izin pengambilan material proyek.

“Tetapi kalau mereka melakukan diluar pengetahuan kita, itukan kita tidak mengetahuinya, karena kita tidak 24 jam disitu. Sebab kita juga punya pekerjaan lain yang harus kita kerjakan,” paparnya.

Ketika disinggung adanya konsultan pengawas dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, ia menyebut pihaknya selalu mengingatkannya. Meski disatu sisi kita sepenuhnya tidak dapat melakukan pengontrolan karena, ya seperti itu, tidak mungkin 24 jam dilapangan,” jelasnya.

Dia mengatakan konsultan juga masing-masing punya jadwal, paling kalaupun ada setiap saat itu leadernya. Itupun kadang diwakili oleh orang yang bisa dipercaya.

Fardiyanti menyebutkan anggaran proyek tersebut Rp21 miliar sesuai volume pekerjaan dengan masa pemeliharaan selama 3 bulan (Bronjong)

“Sedangkan terkait pemenang tender bukan di kita, kita hanya menerima pemenangnya dengan harganya yang mereka tawarkan,”katanya.

Sementara itu, menurutnya terkait kualitas bangunan sudah sesuai, dia mencontohkannya ketika terjadi banjir waktu itu di Agara. Insya Allah tidak ada masalah.

Dia mengatakan bahwa dirinya mengetahui benar kinerja PPK-nya itu.
“Dulu dia mantan Peltek saya, dan saya tahu benar kinerjanya,” ucap Fardiyanti, sembari menegaskan bahwa dirinya tidak mau menerima hasil pekerjaan kalau ada yang salah.

Pos terkait