Tambah Alhudri lagi, adapun jumlah SMA sederajat dalam binaan dan menjadi tanggung jawab Disdik Aceh berjumlah 811 sekolah, terdiri dari 531 SMA, 219 SMK, dan 61 SLB.
Lanjutnya, vaksinasi tersebut sangat penting bagi para siswa siswi dalam memperoleh pendidikan.
Karena sebut Alhudri, apabila kedepan biaya Vaksin tidak lagi menjadi tanggungan pemerintah, sementara setiap siswa diwajibkan vaksin, maka hal itu akan berpotensi terhambatnya siswa itu sendiri ketika melanjutkan pendidikannya.
Oleh karena itu dia berharap selagi biaya vaksin masih menjadi tanggungan oleh negara, maka bersegeralah melakukan vaksin karena bukan tidak mungkin kedepannya biaya vaksin tidak lagi menjadi tanggungan pemerintah.
Maka bersegeralah melakukan vaksin karena biaya vaksin itu tidak murah bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.
Oleh karenanya, Alhudri mendorong agar para siswa siswi mau untuk melakukan vaksin.
Dikatakannya, jika kedepan Vaksin sudah menjadi sebuah kewajiban yang diharuskan bagi siswa siswi ketika akan melanjutkan pendidikan, pun demikian bagi aparatur negara, maka vaksin tidak dapat lagi untuk dihindari.
“Bayangkan saja kalau nanti ada anak kita yang pintar dan berprestasi, namun dengan keterbatasan ekonomi orang tuanya, sementara si anak akan melanjutkan sekolah atau masuk ke perguruan tinggi dengan ketentuan diharuskan vaksin.
Nah ini bagaimana, jika vaksinnya tidak lagi gratis, tentunya harus mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, nantinya.
“Kalaulah orang tuanya tidak mampu, maka pupuslah harapan anak tersebut untuk melanjutkan pendidikannya.






