Ketika dimulai dari tiada dan ada pasti,lah semua merasa terpaannya, ibarat semakin tinggi diatas semakin kencang pula angin yang menghembuskannya, namun yang terpenting bagaimana kita mampu mengendalikannya.
“Itu yang terpenting bagi kita, bagaimana harus mampu mengendalikannya sehingga angin yang berhembus kencang itu bisa membawa kesejukan dengan penuh keyakinan bahwa kita bisa berpikir lebih cerdas dan realistis.
Meski, masih tergolong rentan di usia yang masih belia, tepatnya dipertengahan tahun 2020 lalu, Hoe Jak gowes terus berjalan seiring waktu mengintari Kota Banda Aceh – Aceh Besar, seiring detak jarum jam dinding berputar hingga dalam perjalanannya komunitas Hoe Jak gowes terus berjalan hingga hari ini.
Tak jarang kadang banyak kegiatan yang digerakkan, mulai dari doorpres, bhakti sosial dalam bentuk bersih bersih hingga kedepan berencana menggelar program sedekah ceria.
Selain itu, HJ gowes juga melakukan perjalanan tour De Gayo hingga rekreasi sambut tahun baru di taman rekreasi Humairah dan air terjun.
Dalam kurun waktu bulan berjalan HJ gowes juga menggelar jula jula bersama. Keunikannya selalu dirasakan jika diakhir perjalanan mendayung.
Ambulance bertuliskan H Heri Julius ketua Banleg DPRK Banda Aceh, selalu menemani setiap putaran roda sepeda para peserta berputar, tak heran jika disetiap momen indah para peserta juga selalu bepose ria.
Ada yang menariknya disana, Grup WhatshApp Hoe Gowes namanya, catatan ceritanya pun banyak disana.
Banyak yang lucu lucu ketika kita mengamatinya, pokoknya asik dan menarik, saat dibaca terkadang kita bisa tertawa sendiri.






