BANDA ACEH – Warga menemukan benda diduga mortir sisa konflik di pinggir Krueng Aceh, tepatnya di depan Warkop Chek Yukee, Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (30/9/2026) sore.
Benda yang sudah berkarat itu ditemukan Muhammad Saini (40), warga Dusun Makmur, Desa Sungai Pauh Tunjong, Langsa Barat, saat mencari tiram di sungai sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kapolsek Baiturrahman AKP Samandari mengatakan, awalnya Saini mengira benda itu hanya besi berkarat.
“Benda tersebut kemudian diangkat ke pinggir sungai dan dibersihkan. Setelah melihat bentuknya yang menyerupai mortir, yang bersangkutan melaporkannya kepada pihak kepolisian,” kata Samandari.
Saini kemudian melapor ke SPKT Polresta Banda Aceh sekitar pukul 18.40 WIB. Laporan diterima Aipda Riza dan diteruskan ke Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh serta piket Polsek Baiturrahman.
Sekitar pukul 18.48 WIB, personel Inafis dan Polsek Baiturrahman tiba di lokasi untuk pengamanan dan olah TKP serta memasang garis polisi.
“Personel Polsek Baiturrahman masih bersiaga di lokasi untuk mengamankan TKP,” ujarnya.
Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Jibom Satbrimob Polda Aceh untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut Samandari, benda tersebut diduga mortir peninggalan masa konflik. Namun statusnya masih aktif atau tidak, belum dapat dipastikan.
Karena itu, benda diperlakukan sebagai benda berbahaya dan lokasi diamankan hingga tim Jibom tiba untuk pemeriksaan dan evakuasi.






