BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem meminta percepatan pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur dasar Aceh dalam Rakor Evaluasi Pascabencana di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur, Selasa 9/6. Rakor digelar di hadapan Mendagri Muhammad Tito Karnavian, enam bulan pasca banjir dan longsor.
Mualem menyorot masih banyak sawah yang belum bisa dipakai, jaringan irigasi dan jembatan rusak. “Yang paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai, irigasi, dan jembatan jalan. Sungai juga perlu dibenahi agar tak terjadi luapan banjir saat hujan datang,” katanya.
Ia menegaskan kondisi sungai jadi persoalan mendesak karena berdampak langsung pada risiko banjir dan kehidupan warga bantaran sungai. “InsyaAllah kita kerja sama pusat dan Pemerintah Aceh. Ini tugas kita agar penanganan sempurna, untuk bangun yang sudah rusak dan hilang,” ujarnya.
Wagub Aceh Fadhlullah pada kesempatan sama menyorot inflasi Aceh yang berada di peringkat 2 tertinggi nasional. Ia minta perhatian pusat untuk stabilkan perekonomian. Fadhlullah juga paparkan realisasi TKD Aceh capai 45%. “Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang usulkan perpanjangan dana otsus Aceh agar terwujud tahun ini,” katanya.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan hasil Satgas Nasional: dari 18 kabupaten/kota terdampak, 10 sudah fungsional normal. Pemerintah pusat salurkan anggaran Rp371 miliar untuk rehabilitasi sawah, irigasi, dan lahan terdampak. “Kami siapkan dukungan anggaran percepatan pemulihan,” ujarnya.






