BANDA ACEH – BKKBN Aceh menggelar Forum Koordinasi bersama Tempat Praktik Mandiri Bidan TPMB untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB 2026 di Aula Perwakilan BKKBN Aceh, Senin (18/5/2026).
Forum ini jadi langkah strategis memperkuat sinergi lintas sektor guna memperluas akses dan mutu layanan KB di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Kegiatan diikuti bidan TPMB dari Banda Aceh dan Aceh Besar, Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, PD dan PC IBI, IPeKB, serta jajaran BKKBN Aceh. Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim membuka forum secara langsung.
“Bidan adalah garda terdepan pelayanan KB dan penggerak masyarakat. Kehadiran TPMB penting karena dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau wilayah dengan akses layanan terbatas. Karena itu, kualitas pelayanan dan kompetensi bidan harus terus diperkuat,” ujar Safrina.
Ia menegaskan, pelayanan KB bagian dari pembangunan keluarga dan nasional berkelanjutan sesuai UU No. 52 Tahun 2009.
Forum membahas pelatihan kontrasepsi bagi bidan, perluasan akses layanan, registrasi fasilitas di aplikasi SIGA, hingga penguatan pencatatan distribusi alat dan obat kontrasepsi melalui SIRIKA. Safrina menekankan pelayanan kontrasepsi harus menjamin keamanan, kualitas konseling, ketersediaan alat dan obat, serta kenyamanan akseptor.
Perwakilan Dinkes Aceh menyebut pemerintah terus mendorong pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, termasuk bidan praktik mandiri. Namun keterbatasan pembiayaan dan regulasi masih jadi tantangan untuk memperluas pelatihan bagi bidan non-PNS.






