“Melalui kegiatan lomba ini kita ingin menunjukkan bahwa Brimob bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tapi juga sahabat masyarakat demi Aceh yang damai, maju, dan sejahtera,” ujar Kombes Zuhdi.
Ia menambahkan, lomba ini menjadi momentum menggali nilai sejarah dan spiritual Aceh sebagai “Tanah Aulia” yang sarat dengan nilai iman, Islam, dan keikhlasan.
Selain lomba videografi, kegiatan ini juga diramaikan dengan lomba fotografi bertema “Polri untuk Masyarakat” yang terbuka untuk umum. Lomba ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menangkap momen nyata kehadiran polisi dalam kehidupan sehari-hari yang melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
“Melalui lensa kamera, kita ingin masyarakat melihat sisi kemanusiaan dan kepedulian Brimob. Di balik seragam dan tugas berat, ada hati yang tulus untuk mengabdi,” tambahnya.
Kegiatan ini sejalan dengan slogan “Polda Aceh Meutua, Menuju Aceh Meusyuehu” Polda yang diberkahi menuju Aceh aman, ibadah nyaman, dan semua bersaudara.
Di akhir kegiatan, Kombes Zuhdi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia, dewan juri, peserta, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam lomba tersebut.
Acara ditutup dengan pembacaan pantun, “Ombak berdebur di Pantai Lhoknga, Langit biru memantul indah berseri, Generasi muda teruslah berkarya, Bersama Brimob membangun negeri.”
“Dirgahayu Korps Brimob Polri ke-80 — Brimob untuk Indonesia, Brimob untuk Rakyat!,” tutup Zuhdi. []






