“Jadi, mewujudkan Generasi Emas tidak semata memberikan asupan gizi seimbang melalui MBG kepada anak usia sekolah, karena berbicara Generasi Emas jug berkaitan dengan pencegahan stunting, yaitu pada seribu hari pertama kehidupan. Karena itu MBG juga menyasar kelompok tersebut,” sambung Wamen Isyana.
Isyana menjelaskan, BKKBN telah menandatangani MoU dengan dengan Badan Gizi Nasional. Dengan adanya MoU ini, maka kader-kader pendamping keluarga akan mendata serta membagikan MBG kepada Ibu hamil, ibu menyusui serta Balita non PAUD.
“Ini merupakan langkah, upaya dan ikhtiar kita melakukan pencegahan stunting yang selalu kita upayakan untuk menekan. Upaya ini cukup membuahkan hasil di 2023/2024. Di tahun 2025 ini saya optimis akan lebih baik lagi angka penurunannya, karena ada berbagai program intervensi yang kita rumuskan untuk menekan stunting, salah satunya program MBG,” ungkap Wamen Isyana.
Pada kunjungan tersebut, Kak Na turut mendampingi Wamen Isyana saat berkunjung ke kediaman Mauriza Sari, salah seorang Ibu Hamil di Gampong Ie Masen Kayee Adang, untuk menyerahkan MBG kepada Bumil tersebut.
Bersama Wamen Isyana, Kak Na juga berkunjung ke Posyandu Gampong Ie Masen Kayee Adang yang digelar di Masjid An-Nur Gampong setempat.
Kepada para kader dan masyarakat yang hadir, Wamen Isyana berpesan, bahwa seribu hari pertama kehidupan, yang berlangsung sejak dalam kandungan hingga jelang 2 tahun merupakan periode emas. Karena itu, asupan makanan ananda kita harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, sebagai upaya pencegahan stunting, Wamen Isyana mengajak kaum ibu untuk rutin membawa anak-anak ke Posyandu. []






