Irwandi Center Kota Lhokseumawe : Wagub Idealnya Berpengalaman dan Berkemampuan

Tidak seluruhnya kesalahan gubernur dan kekurangan itu terjadi, salah satunya karena gubernur Nova Iriansyah memimpin sendiri dan tidak ada yang membantu.

“Tidak ada wagubnya, sehingga mempengaruhi kebijakan oknum-oknum yang memiliki kepentingan pribadi. Itu sangat berbahaya bagi kepentingan Aceh, bahkan bagi gubernur itu sendiri,” ingat Irdan.

Melihat kondisi yang demikian rupa, Irdan mendorong partai-partai pengusung dan gubernur Aceh untuk segera memprioritaskan pengisian wagub, karena itu, menurutnya jauh lebih penting daripada memprovokasi jadwal Pilkada ke depan harus tahun 2022 atau menolak Pilkada 2024.

“Masyarakat jangan dijebak dengan hal-hal yang masih perlu telaahan, tetapi yang sudah jelas-jelas wajib dilakukan seperti pengisian posisi wagub sisa jabatan dicoba biarkan. Jangan terbiasa melakukan manipulasi politik baru terus menerus, sementara yang wajib saja belum beres,” tegasnya memberikan pendapat.

Dikatakannya, sudah dua bulan lebih masyarakat mengkritik tajam mengenai pengisian wagub sisa jabatan itu tapi sebahagian pimpinan partai politik justru tampil seperti bukan politisi dan seperti tidak menyayangi Aceh.

Seperti dikatakan Gubernur, menunggu kandidat dari partai pengusung lain, sementara sejumlah kalangan pimpinan dan kader partai pengusung, seolah bikin habis waktu dengan memaksakan diri ingin maju sendiri meski secara nyata terlihat tak ada satupun yang layak.

“Jikapun dipaksakan maka tak akan bisa membantu gubernur, selain cuma ingin dapat jabatan,” keluh Irdan.

Pos terkait