ACEH BESAR – Maswadi Syarif MPd, salah satu tokoh masyarakat Aceh Besar yang telah berdomisili di Saree sejak tahun 1981, menyesalkan tindakan oknum petani yang merambah hutan lindung di kaki Gunung Seulawah Agam.
Menurutnya, hutan lindung tersebut sangat penting sebagai penyanggah air bagi kehidupan masyarakat Desa Sukadamai dan Sukamulia.
“Pada tahun 70-an hingga 80-an, hutan lindung di kaki Gunung Seulawah terjaga dengan baik berkat keberadaan Lembaga Pendidikan SPP SNAKMA Negeri Saree dan kepala sekolahnya, Drh. Rusli Yusuf, yang sangat tegas dalam menjaga hutan,” kata Maswadi, Jumat (30/5/2025).

Maswadi khawatir bahwa perambahan hutan lindung tersebut akan menyebabkan krisis air bersih bagi masyarakat Desa Sukadamai dan Sukamulia.
“Hutan lindung adalah penyanggah air untuk kehidupan masyarakat Sukadamai dan Sukamulia. Jika hutan lindung terus dirambah, itu akan menjadi musuh bagi masyarakat Kemukiman Saree dan dapat menyebabkan konflik sosial,” ujarnya.
Maswadi mengharapkan agar masyarakat Desa Sukadamai dan aparatur Kemukiman Saree dapat melakukan tindakan pencegahan sebelum masalah perambahan hutan menjadi lebih parah.
“Mohon aparatur Kemukiman Saree melakukan tindakan pencegahan sebelum masalah ini berkepanjangan dan menjadi konflik sosial yang lebih besar,” pungkasnya. []






