Dalam sambutannya, Wagub menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Aceh. Melalui berbagai program, Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan akses pembiayaan, memperluas pasar, memberikan pelatihan kewirausahaan, serta terus berupaya memfasilitasi pelaku UMKM agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional dan nasional.
Pria yang akrab disapa Dek Fadh itu menjelaskan, upaya pemberdayaan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, media, dan masyarakat.
“Inisiatif BSI dan PWI hari ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi rakyat. Kami percaya bahwa rekan-rekan wartawan juga merupakan agen perubahan yang dapat mendorong edukasi publik, membangun citra positif, dan menjadi penghubung antara kebijakan Pemerintah dan masyarakat,” kata Dek Fadh.
Dalam konteks UMKM, peran media sangat vital dalam menyuarakan aspirasi pelaku usaha kecil, membagikan kisah inspiratif, serta menjadi mitra dalam mempromosikan produk lokal.
“Kami meyakini, simposium ini mampu melahirkan gagasan-gagasan segar dan rekomendasi konkret untuk memperkuat ekosistem UMKM di Aceh. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen ini sebagai langkah awal membangun kolaborasi jangka panjang demi kesejahteraan masyarakat Aceh. Sekali lagi, terima kasih kepada PWI Aceh dan BSI, serta selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan ini,” pungkas Wagub.






