Pernyataan di atas disampaikan pada acara Ramadhan Leadership Camp Pemuda ICMI Aceh di Gedung KAHMI Limpok Aceh Besar, Sabtu (15/3/2025).
Pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Pemuda ICMI Aceh ini diikuti oleh 40 orang peserta pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa dari 10 (sepuluh) kampus di Aceh Besar dan Banda Aceh.
Menurut Dr Muhammad Yasar, ada 10 (sepuluh) kampus yang ikut serta dalam kegiatan ini yakni: 1. Universitas Syiah Kuala, 2. UIN Ar-Raniry, 3. Universitas Bina Bangsa Getsempena, 4. Universitas Ubudiyah, 5. Universitas Abulyatama, 6. Universitas Serambi Mekkah, 7. Universitas Serambi Mekkah, 8. Politeknik Kutaraja, 9. Politeknik Venezuela Indonesia dan 10. Akademi Farmasi YPPM Mandiri.
Selain Dr Taqwaddin yang menyampaikan materi perspektif hukum dan isu-isu aktual penegakan hukum anti korupsi di Aceh pada session pagi hingga siang, juga tampil sebagai pemateri bapak Bakhtiar, MSi, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh yang membahas aspek politik dan pemerintahan lokal.
Acara yang dimoderatori oleh Fauzi Umar, MSi berlangsung seru dan direspon banyak pertanyaan dari peserta.
Dalam merespon pertanyaan salah seorang peserta, Taqwaddin menyatakankan, “Saya percaya Presiden Prabowo serius memberantas korupsi. Saya yakin ini akan dibutktikannya. Saya kira ini perlu dukungan ICMI dan Pemuda ICMI. Kami dijajaran Mahkamah Agung sebagai benteng keadilan sangat siap menegakkan hukum untuk memberantas korupsi”, tegas Taqwaddin dengan penuh semangat.
Bahkan Taqwaddin menambahkan, “Kita tak bisa menuju Aceh Mulia sebagaimana yang selalu kita nyanyikan pada setiap pembukaan acara-acara resmi di Aceh selama ini, jika korupsi masih merajalela. Bagaimana mau mulia, jika rakyatnya tidak sejahtera. Tanya Taqwaddin.






