BANDA ACEH, Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ramza Harli, menawarkan solusi sistem parkir berlangganan guna mengatasi berbagai persoalan parkir yang terus terjadi di Kota Banda Aceh.
Menurutnya sistem parkir berlangganan lebih praktis bagi masyarakat dan juga dapat meningkatkan PAD hingga lima kali lipat dari sistem yang diterapkan selama ini.
Hal ini disampaikannya di ruang Komisi 3 gedung DPRK Banda Aceh pada Senin, 3 Maret 2025 saat dikonfirmasi awak media terkait dengan gejolak dari para pedagang di kawasan Batoh terhadap parkir elektronik atau e-parking.
“Sebenarnya tujuan dibuat e-parking itu guna mengendalikan pemasukan retribusi parkir dari manipulasi. Namun persoalannya masih banyak masyarakat kita tidak memiliki kartu e-money sehingga mereka enggan untuk berbelanja di kawasan yang menerapkan e-parking. Mereka lebih memilih untuk berbelanja di toko yang lain yang parkirnya sistem manual karena sudah terbiasa dengan sistem bayar parkir langsung, mungkin ini yang membuat toko mereka sepi,” ungkapnya.
“Sehingga wajar saja sejumlah pedagang melakukan protes karena sistem e-parking dianggap telah mematikan usahanya akibat masyarakat tidak mau lagi masuk berbelanja dikawasan toko mereka,” sambungnya.
Menurut Ramza yang juga sebagai Ketua Banleg, sistem parkir berlangganan sudah mulai banyak diterapkan dibeberapa daerah. Salah satunya yang terdekat yaitu Kota Medan.
“Saya yakin bila parkir berlangganan ini diterapkan, akan meringankan beban masyarakat karena mereka hanya membayar sekali saja untuk setahun dengan harga yang murah. Sistem ini juga akan meningkatkan PAD yang sangat besar serta mencegah manipulasi dan kebocoran PAD,” tuturnya.






