“Kami juga mendesak agar Pemko segera menyelesaiakan pembayaran pengadaan mesin laundry yang sampai saat ini belum lunas pembayaran kepada pihak ketiga dengan sumber dana DBCHT Pajak Rokok (APBK),” kata Musriadi.
Di samping itu, ia juga berharap kepada dinas penghasil dan pengelola PAD bisa memaksimalkan capaian PAD Kota Banda Aceh. Lebih kreatif dan proaktif dalam mencari peluang-peluang pendanaan melalui APBA dan APBN untuk membiayai program dan kegiatan tanpa berpangku tangan dari APBK saja, mengingat Pemko Banda Aceh sedang mengalami defisit anggaran.
“Dalam hal ini Pemko juga perlu untuk menata kembali pasar-pasar yang ada di Kota Banda Aceh dan mengatur kembali PKL serta retribusi sehingga mampu meningkatkan PAD ke depan,” ujar Musriadi Aswad.[]






