APJN.NET- KOTA SABANG – Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) meminta kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, jangan terlalu “memanjakan” pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan.
“Jangan sampai terlalu banyak usulan dari Pokir dewan dalam APBD Kota Sabang tahun 2023 ini, bisa menghambat rencana pembangunan yang disiapkan oleh Pj Wali Kota,” kata Ketua Umum LASKAR, Teuku Indra Yoesdiansyah SKM SH, Jumat, (25/11/ 2022).
Pasalnya, saat dipimpin oleh eks Wali Kota Nazaruddin alias Tgk Agam, ia menyebut usulan Pokir Dewan tahun sebelumnya terhambat karena anggaran habis tak “membekas”.
Sambungnya, kenapa ketika itu tidak ada anggota dewan yang mendesak agar pokir harus direalisasikan.
“Sampai kita mendengar Kota Sabang defisit karena penggunaan anggaran yang diduga asal-asalan,” ujarnya.
Sekarang kenapa begitu getol memperjuangkan Pokir saat Pj Wali Kota menjabat. “Apakah karena takut tahun 2024 tidak terpilih lagi?,” tanya Teuku Indra.
Pria yang akrab disapa Popoen itu juga menjelaskan, ia mendapat informasi ada rencana “mengorbankan” TPP ASN demi mengakomodir usulan Pokir Dewan.
Menurutnya rencana tersebut tidak sehat dan bisa merugikan banyak orang yang bekerja mati-matian untuk kebaikan Kota Sabang.
“Para ASN selama ini bekerja mati-matian untuk kebaikan Kota Sabang, jangan sampai TPP mereka dipotong hanya untuk memuaskan anggota dewan semata.
“Pokir itu memang boleh dan diatur dalam Undang-Undang, tapi jangan ugal-ugalan juga dong, utamakan kepentingan daerah dulu baru kepentingan pribadi dan kelompok,” jelasnya.






