Pemangku Kepentingan Kolaborasi Nilai Konservasi dan Stok Karbon Tinggi di Hutan Tropis Aceh Timur dan Aceh Tamiang

Dalam hal ini, Pemerintah Aceh menyambut baik dan mengapresiasi para pemangku kepentingan yang telah menginisiasi penilaian NKT/SKT berbasis lanskap di Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

“Kami berharap penilaian ini, yang mengintegrasikan aspek-aspek lanskap, lingkungan, sosial-ekonomi, serta
partisipatif, pada tingkatan lanskap akan dapat memberikan hasil yang lebih detail dan terkonfirmasi,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh (BAPPEDA Aceh) Teuku Ahmad Dadek SH MHum.

Pemerintah Aceh Timur dan Aceh Tamiang juga menyampaikan dukungannya, dan berharap inisiatif yang terintegrasi ini akan dapat dilakukan secara komprehensif, untuk memberikan kepastian tentang area mana yang aman untuk produksi komoditas berkelanjutan dan area mana yang harus dilindungi,” ucap Bupati Aceh Timur Teungku Hasballah M Thaib.

Upaya-upaya untuk memperkuat daya saing komoditas serta keberlanjutan sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen kami untuk mengintegrasikan sistem produksi berkelanjutan serta berkontribusi bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ucap Bupati Aceh Tamiang H Mursil SH MKn.

“Kami menyambut baik dan akan memfasilitasi penialian NKT/SKT berbasis lanskap yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan ini.”

Penilaian NKT akan mengikuti panduan dari HCV Network yaitu “High Conservation Value Screening: Guidance for Identifying and Prioritizing Action for HCVS in Jurisdictional and Landscape Settings” yang telah dipublikasikan pada Oktober 2020. Sedangkan, penilaian SKT akan mengikuti rancangan kerangka prosedur penilaian SKT berskala besar dan pembaharuannya (keduanya berdasarkan versi tahun 2021).

Direktur YEL M Yakob Ishadamy menjelaskan, Pendekatan NKT adalah sebuah metodologi untuk mengidentifikasi, mengelola, dan memantau nilai-nilai lingkungan dan sosial yang penting dalam sebuah lanskap produksi – di semua ekosistem atau tipe-tipe habitat.

Pendekatan SKT merupakan sebuah perangkat perencanaan konservasi penggunaan lahan yang terintegrasi untuk membedakan area hutan di kawasan tropis untuk konservasi, yang mana juga memastikan bahwa hak-hak
penghidupan masyarakat lokal dihormati.”

Terkait kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, Manajer Lanskap IDH Riswan mengatakan, Kolaborasi strategis sangatlah dibutuhkan dan menjadi semakin penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, memaksimalkan perlindungan hutan, dan meminimalisir dampak-dampak sosial. Dukungan untuk inisiatif ini merupakan bagian dari Strategi Lanskap Aceh Musim Mas, dan komitmen kami dalam hal No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE).

“Kami percaya dengan pendekatan pastisipatif untuk mengatasi deforestasi adalah cara terbaik yang akan memberikan dampak yang signifikan,” jelas Director of Sustainability Musim Mas Olivier Tichit.

Sebagai salah satu pihak swasta yang mendukung inisiatif ini, kami berharap untuk dapat memberikan nilai tambah dalam implementasi pendekatan NKT/SKT di lanskap Aceh.

Ketika berbicara tentang perlindungan hutan, kolaborasi sangatlah penting. Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah, rekan-rekan sektor swasta, masyarakat serta komunitas untuk menghasilkan sebuah penilaian NKT/SKT pada tingkat lanskap, yang mana akan mendukung perlindungan hutan dan keanekaragaman hayati di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Ekosistem Leuser.

“Kegiatan ini turut melengkapi tujuan kami dan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan rantai pasok yang bebas deforestasi serta membantu usaha perlindungan dan regenerasi lahan, hutan, dan lautan serta memastikan inklusivitas sosial,” jelas Direktur Sustainable Sourcing Unilever Martin Huxtable.

Direktur Senior Sustainable Agriculture PepsiCo Emily Kunen mengatakan, “PepsiCo dengan bangga mendukung kegiatan inovatif untuk memetakan NKT/SKT dengan skala yang besar dan dilakukan secara partisipatif.

Kegiatan ini mendukung usaha PepsiCo, mitra pemasok kami, dan juga untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
IDH Muhammad David (muhammaddavid@htrade.org)Yayasan Ekosistem Lestari M. Yakob Ishadamy (akobior Tentang IDH).

IDH adalah sebuah organisasi internasional global di indonesia bekerjasama dengan inisiatif Dagang Hijau yang mengumpulkan, mendanai, dan mengolah program-program besar untuk mempercepat transisi menuju keberlanjutan bersama perusahaan kecil dan multinasional, pemerintah, dan masyarakat. Berpusat di Belanda dan didanai oleh sejumlah yayasan dan pemerintah, IDH memberikan hasil ekonomi yang layak bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

ID beroperasi secara global d 12 sektor industri yang berbeda-beda, dari kopi dan Teh hingga kapas dan kedelal serta mendorong investasi bersama bagi model-model inovatif untuk mencapai solusi jangka panjang bag produksi dan perdagangan yang berkelanjutan untuk lingkungan dan aspek sosial. [ril]

Pos terkait