“Kita sudah banyak kehilangan artis-artis lokal daerah yang dulunya punya potensi “syahlothan” dengan single suara emas yang menjadi primadona kabupaten Aceh Selatan pada era 80,” ujarnya.
Terakhir, sebut Refan, melihat dengan kondisi ini banyak putra-putri Aceh Selatan yang punya bakat seni di dunia tarik suara tetapi luput dari perhatian pemerintah sehingga jarang sekali muncul sebagai artis lokal yang memiliki bakat hingga terpendam karna keterbatasan sarana dan prasarana pendukung untuk berkarya lebih maksimal seperti artis -artis lokal lainnya di Aceh.[]






