Karena tujuan bersamanya adalah mewujudkan tatanan kota yang lebih baik dan Banda Aceh maju, menurut Heri akan lebih baik jika kritikan dan komentar itu disampaikan langsung ke Pj Wali Kota melalui audiensi atau silaturahmi.
“Alangkah lebih baik bisa bersilaturrahmi melakukan cross check data karena bisa melihat langsung dan berdiskusi agar bisa sama-sama menemukan solusinya,” katanya.
Pihaknya di Komisi II lanjut Heri, juga terus mengawal kinerja Pj Wali Kota melalui mitra kerjanya yakni SKPK, seperti Diskopukmdag, BPKK, Dinas Pariwisata, Perumdam Tirta Daroy dan mitra kerja lainnya yang menjadi bagian dari fungsi pengawasan di komisinya.
“Masukan-masukan positif terus kami layangkan untuk hal pengawasan kinerja Pemko melalui dinasnya demi kebutuhan masyarakat,” kata politisi NasDem ini.
Heri juga mengatakan, jika saat ini Pj Wali Kota mengajak bekerjasama dan bersinergi dengan semua pihak salah satunya dengan Balai Wilayah Sungai I Sumatera (BWS I) untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan pembangunan bendungan karet di Lambaro yang sangat diperlukan perhatian serius untuk ketersediaan pelayanan air bersih di Banda Aceh. Hal ini perlu didukung oleh semua pihak agar bendungan itu bisa selesai dengan maksimal sehingga kebutuhan air bersih sebagai pelayanan dasar bagi publik dapat dimaksimalkan.[ril]






