“Menyangkut dengan sosialisasi tentang Qanun itu sudah disusun dan sudah diusulkan program kerja MAA kepada pemerintah, namun belum terealisasi anggaran sepenuhnya. Mudah- mudahan tahun 2023 dapat dianggarkan secukupnya untuk kegiatan MAA tersebut ,”
APJN.NET- SUKA MAKMUE -Pelaksanaan Qanun Aceh tahun 2008 Nomor 9 tentang penyelesaian sengketa di Aceh. Qanun ini ditandatangani oleh Gubernur, Pangdam, Kapolda, Kajati, MAA dan Dinas Syariat Islam.
“Ada 18 sengketa menurut Qanun yang penyelesaiannya secara adat desa masing – masing,” ujar Ketua MAA kabupaten Nagan Raya H Muhammad Khaidir SE, Rabu(21/09/2022)
Ketua MAA kabupaten Nagan Raya H Muhammad Khaidir tersebut mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada kepala desa yang belum memahami tentang pelaksanaan Qanun Aceh dalam penyelesaian sengketa di Gampong.
Ada 18 item isi Qanun Aceh dalam penyelesaian sengketa adat dan adat istiadat diantaranya :
A. Perselisihan dalam-rumah tangga
B. Sengketa antara keluarga yang bersengketa dengan Faraidh.
C. Perselisihan antara warga.
D. Khalwat, mesum
E. Perselisihan tentang-hak milik.
F. Pencurian dalam keluarga
(Pencurian ringan) perselisihan harta
sehareukat.
G. Pencurian ringan.
H. Pelanggaran adat tentang ternak, pertanian, dan hutan
I. Persengketaan di laut
J. Persengketaan pasar
K. Penganiayaan ringan
l. Pembakaran hutan (Dalam sekala kecil yang merugikan komunitas)
M. Pelecehan, fitnah, asut dan pencemaran nama baik.
N. Pencemaran lingkungan (skala ringan)
O. Ancaman mengancam (tergantung-
dari jenis ancaman)
P. Pencemaran lingkungan (skala –
ringan)
Q. Ancam mengancam
(tergantung dari Jenis ancaman )
R. Perselisihan-perselisihan lain yang
melanggar adat dan istiadat.






