Oleh karenanya, Pj Walikota tidak mau sampai salah urus lalu yang terjadi angka kemiskinan justru meningkat tajam.
Satu hal yang harus diingat bahwa Pj Walikota tidak mau melangkah secara tergopoh gopoh dalam mengambil kebijakan. Karena akibatnya dapat berimplikasi terhadap perekonomian dan perputaran uang di masyarakat.
Pj Walikota tidak mau dipengaruhi oleh segelintir orang atau kelompok yang ingin mencoba mengambil keutungan, lalu berspekulan melakukan pencitraan,” ujarnya.
Lanjut sumber media ini mengatakan bahwa Pj Walikota Banda Aceh sudah memiliki rumusan masalah untuk menjawab persoalan PAD pada bulan pertama menjabat, lalu sudah mengambil kebijakan-kebijakan kongkret dan terukur untuk mengoptimalkan PAD.
“Meski baru menjabat Pj Walikota langkah-langkah solutif untuk mencapai target PAD tetap terus diupayakan,” ucapnya.
Untuk itu masyarakat jangan sampai termakan isu isu yang belum tentu jelas arah dan tujuannya. Karena sosok Pj Walikota ditunjuk untuk memahami persoalan.
“Baru 3 bulan Pj Walikota memimpin Kota Banda Aceh. Sehingga secara rasional belum terlalu lama memimpin kota Banda Aceh hingga diperlukan dukungan semua pihak dalam membangun Kota Banda Aceh lebih baik kedepan,” ungkapnya. [red]






