GeMPUR : Pj Walikota Banda Aceh Tak Perlu Pangkas Semua Anggaran, Tapi Lebih Fokus Maksimalkan PAD

koordinator Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Untuk Rakyat (GeMPUR), Asrinaldi. [ Dok Ist]

Pihaknya juga menilai, demi menata kembali keuangan daerah ke depannya alokasi anggaran Pokir DPRK perlu ditata agar mengacu kepada RPJM.

“Demi menjaga stabilitas keuangan daerah, Pj Walikota perlu membuat skala prioritas program pokir DPRK. Bahkan kenapa tidak, pengajuan pokir DPRK dilakukan secara online seperti yang dilaksanakan di pemerintahan provinsi. Selain itu, judul kegiatan Pokir DPRK juga harus disesuaikan dengan prioritas RPJM, jika hal ini tidak dilakukan nanti pokir DPRK jadi ajang lomba cetak baliho, lomba bakar apam, lomba balap dan kegiatan lainnya yang faedahnya tidak merakyat. Dengan adanya arahan Pj Walikota dewan akan lebih bisa membantu rakyatnya ketimbang dewan melaksanakan program-program yang tak bermanfaat kepada rakyat seperti sebelumnya,” tegasnya.

– Dinas Masih Tiarap, Program Kerakyatan Pemerintah Macet

Selain memaksimalkan pendapatan, pihaknya menilai pemerintah perlu mengoptimalkan kinerja program pemerintah agar tetap terealiasasi sebagaimana mestinya.

“Berdasarkan hasil monitoring kita, saat ini Instansi di lingkungan pemerintahan kota Banda Aceh masih banyak yang tiarap. Hal ini berdampak kepada macetnya program pemerintah sehingga dikhawatirkan akan berimpilkasi kepada perputaran uang di masyarakat,” jelasnya.

Asrinaldi, mayoritas instansi di Banda Aceh masih menunggu ketegasan arahan Walikota untuk dapat menjalankan program-program kerakyatan. “Saat ini kan kondisi dinas dilema, takut bergerak, takut salah melangkah tak sesuai keinginan pimpinan, sehingga program pemerintah macet. Padahal saat ini sudah berada dipertengahan triwulan ketiga tahun 2022, jika tidak dimaksimalkan dan diambil langkah cepat maka semua kegiatan akan menumpuk di akhir tahun dan berpotensi membuat kualitas program kerakyatan malah menurun. Disini perlu kebijakan kongkret dari Pj Walikota, minimal ketika evaluasi 100 hari kerjanya atau ketika dievaluasi Mendagri untuk waktu 3 bulan kerja sudah jelas tampak capaiannya,” tuturnya.

Pos terkait