APJN.NET BANDA ACEH- Menyikapi maraknya konflik manusia dan satwa liar yang terjadi akhir akhir ini disejumlah kabupaten /kota di Aceh khususnya sejak 10 hingga tiga tahun terakhir Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) di ruang meeting Tower Kupi Simpang Lima Kota Banda Aceh, Kamis, (21/7/2022).
Ketua pelaksana kegiatan dari Fakultas Hukum USK, Kurniawan, SH LLM, mengatakan bahwa kegiatan PKMBP tersebut dilaksanakan oleh tim dalam bentuk pendampingan penyusunan rancangan peraturan gubernur Aceh tentang kriteria dan penetapan kejadian bencana luar biasa akibat konflik manusia dan satwa liar.
Kurniawan menyebut bahwa tim PKMBP itu beranggotakan dua orang, yakni Dosen Fakultas Hukum USK, yakni Rosmawati, SH MH dan Chadijah Rizki Lestari, SH MH.
Lanjut Kurniawan menyebut PKMBP itu dilaksanakan bertujuan sebagai tindak lanjut dari amanat ketentuan pasal 18 ayat (5) qanun Aceh No 11 Tahun 2019 tentang pengelolaan satwa liar, sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat ditetapkan sebagai kejadian bencana luar biasa oleh Pemerintah Aceh sesuai dengan kewenangannya dan ayat 4 sesuai Peraturan gubernur (Pergub) Aceh.
Selanjutnya, dalam kesempatan itu Chadijah Rizki Lestari, menambahkan bahwa kegiatan PKMBP itu pada hakikatnya merupakan wujud manifestasi dedikasi serta kontribusi Universitas Syiah Kuala sebagai Jantong Hatee Rakyat Aceh dalam melaksanakan salah satu Dharma dari tiga Dharma Perguruan Tinggi, selain Dharma Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMBP), yakni Dharma Bidang Pendidikan, dan Dharma Bidang Penelitian.






