“Bapak Python Indonesia tersebut turut mengajarkan pemuda-pemudi di pulo aceh dasar-dasar cara memasang kabel FO dengan tujuan pemuda desa lapeng menjadi teknisi lokal yang mandiri/unggul mampu melakukan perbaikan ketika perangkat Internet serta gangguan jaringan mengalami kendala tanpa perlu dibantu pendamping dilokasi dari Relawan TIK Aceh saat perbaikannya,” tuturnya.
Muhammad Keuchik Lapeng merasa terbantu dengan adanya konsep prototype internet ini sudah memudahkan 53 Kepala Keluarga saat berkomunikasi dengan sanak saudara di luar desa lapeng.
“Internet sudah lama diperlukan oleh masyarakat lapeng, dengan adanya Sekolah Internet Komunitas ini bisa menciptakan bibit baru dari desa kami untuk melanjutkan dan mengajarkan masyarakat tetangga yang bernasib dengan kami untuk mendirikan prototype internet seperti yang sudah kami lakukan ini,” harapnya.
Muliadi Azis, menambahkan “kegiatan sekolah internet komunitas ini adalah salah satu opsi kita untuk mengatasi kesenjangan digital di Pulo Aceh, dan kami selaku putra Pulo Aceh sangat antusias menyambut kegiatan yang bersifat “capacity building “ untuk masyarakat Pulo Aceh, tentunya kita berterima kasih banyak kepada kawan-kawan Common Room dan RTIK Aceh” imbuh Muliadi Pulo, salah satu advocator Pulo Aceh.
“Kita sebenarnya sudah sering menyuarakan aspirasi ini kepada instansi terkait tetapi belum juga terjawab, dan tentu saja kami tidak akan berhenti untuk menyuarakan aspirasi dari akar rumput” tambah mantan ketua IPPELMAPA (Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pulo Aceh). [Rd]






