Sementara itu, Wali kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyampaikan, pembangunan di bekas pasar Peunayong tersebut akan menjadi pusat wisata kuliner terbesar di kota Banda Aceh, sehingga mengubah wajah baru kota Banda Aceh dan akan terjadi multiflyer effect terhadap pembangunan ekonomi.
“Dengan hadirnya pembangunan wisata kuliner disekitar ini, juga akan lahir lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Aminullah berharap, pembangunan kawasan wisata kuliner tersebut dapat diselesaikan 180 hari, dimulai 22 Juni hingga 15 Desember 2022.
“Kita juga berharap dukungan dari semua pihak mulai dari Forkopimda, pihak Kecamatan dan Keuchik dan pihak dinas untuk mengawal pembangunan ini dengan baik, sehingga ini betul-betul selesai tepat waktu,” tutup Aminullah.[adv]






