Untuk Majukan Daerahnya, Para Geuchik dan Camat Se Aceh Jaya Lakukan Studi Contoh Di Bandung

Photo kolase| Para Delegasi Aceh Jaya yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) di pimpin Teuku Ali Munir melakukan Studi Contoh di Desa Lembang, Kecamatan Lembang Bandung Barat. Sementara terlihat Adnan NS berpose dalam suasana di depan Kantor Kepala Desa Lembang. [Dok pribadi]

Apalagi kondisi mereka di belahan Barsela, Samudera Indonesia selama didera covid 19 praktis terbelenggu.

Selama masa Covid hampir tiga tahun, para keuchik sangat letih menangani keharusan vaksin bersama POLRI dan TNI.

Kades Lembang (kemeja putih) sedang berdialog dengan sebagian delegasi Aceh Jaya

Kades Lembang Yono Maryono sebagai tuan rumah dalam memimpin desa antara pihaknya sesama staff lebih mengedepankan manajemen keakraban layaknya pertemanan.

Dalam kaitan dengan warga menerapkan lebih bernuansa saling curhatan dalam mengatasi permasalahan di desanya. Artinya ketua APDESI Kecamatan Lembang, warga harus mendengar arahan sang kades, serta sebaliknya kadesnya juga harus menampung uneg-uneg warganya.

Menurutnya, jabatan kades bukanlah seseorang yang bertahta kerajaan, tapi adalah seorang kades alias presiden kecil yang suaranya disumbangkan warga berdasarkan hasil urukan pada proses Pilkades.

“Dari segi kenyataannya kades bukan seorang politik praktis, tapi kades itu tidak sebagai politik sosial yang selalu berkomunikasi secara sosial dan selalu melihat sesuatu dari segi kacamata sosial semata,” katanya.

Sambungnya, peran kades itu unik, kalau bagus dan ada prestasi dalam berkerja, seumur masa dipuja, tapi andai tanpa reputasi, apalagi tidak kurang diterima masyarakat, pasti akan selalu menerima cemoohan.

Yono mengaku menjadi kades sejak 2006 di desa ini masih serba minim, bangunan kantor bertingkat juga belum ada. Ketika awal membangun kantor terpaksa melelang gelang emas milik sang isteri dulu. Terakhir warga menilai sendiri dan akhirnya Dia terpilih selama tiga periode.

Pos terkait