Jawaban MTA Atas KIA Ladong, Usman Lamreung Sebut Tak Ada Investor Hanya Segudang MOU

Usman Lamreung (kiri) dan Jubir Pemerintah Aceh Muhammad MTA (kanan)/ [ photo Kolase]

APJN.NET-BANDA ACEH– Menanggapi terkait apa yang disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, bahwa untuk membangun sebuah Industri besar sudah pasti ada konsekwensi anggaran yang besar.

Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Abulyatama Aceh, Usman Lamreung, sebut sepakat dengan apa yang disampaikannya itu, dan sah sah saja dengan program yang besar, pasti membutuhkan anggaran yang besar.

Cuma yang menjadi masalah adalah Kawasan Industri Aceh di Ladong tersebut, sudah menghabiskan anggaran sebesar 154 Milyar, ditambah lagi dengan kunjungan berbagai negara dengan alasan mencari investor selama 5 tahun, Gubernur Aceh beserta dengan para pembantunya, apa yang sudah didapatkan? Tidak ada satupun hasil dari kunjungan keluar negeri, tidak ada satupun investor datang ke Aceh, yang ada hanya segudang MOU.

Seharusnya dengan anggaran yang sudah direalisasikan, ada satu atau dua perusahaan industri yang mau berinvestasi di Kawasan Industri Aceh Ladong.

“Kalaupun tidak melebihi sesuai yang sudah dikeluarkan, minimal seimbang, ada hasil, sesuai impian yang sering dikampanyekan,” ujarnya.

Membangun sarana prasarana KIA nantinya menjadi kawasan investasi bagi pelaku bisnis, kapan ini bisa direalisasi? lima tahun sudah ditunggu, tetap saja yang ada hanya pasar malam, dan penjual air tebu serta kelapa.

“Harus ada target jangka pendek dan panjang, jangan terus anggaran dikeluarkan, namun nol hasilnya, tetap saja kawasan tanpa industri, jangan sampai KIA menjadi Kawasan Ilusi Aceh,” tukasnya menambahkan.

Pos terkait