Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh, cuaca ekstrem disebabkan adanya tekanan rendah Teluk Benggala dan masa udara dari barat menuju timur di garis ekuator. Di mana, wilayah ujung barat Indonesia sedang memasuki musim angin barat.
Di musim angin barat, kecepatan angin lebih tinggi dari pada musim angin timur, sehingga kolaborasi antara angin Barat, tekanan rendah di Teluk Benggala dan pergerakan masa udara yang tinggi membentuk awan konvektif-penyebab hujan ekstrem, angin kencang, serta kilat dan petir. [Rd]






