Farid menambahkan, dalam mewujudkan Kota Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariah merupakan cita-cita luhur dan mulia, tetapi untuk menuju kepada kemuliaan tersebut tidaklah mudah. Berbagai ujian, cobaan, dan rintangan akan silih berganti.
Farid juga mengingatkan, untuk mewujudkan kota yang maju dan modern, berbagai pembenahan dan kebijakan perlu terus dilakukan seperti prasarana dan sarana umum yang menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat kota, di antaranya pasar, pendistribusian air bersih, pengaturan lintas dan perparkiran, penanganan sampah, pusat pelayanan publik, pelayanan kesehatan, rehabilitas sosial, serta sarana pendukung lainnya. Perlu terus dibenahi dan ditangani secara lebih baik, profesional, dan berkelanjutan.
“Kita menyadari dan mengakui bahwa semua ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana. Karena itu, keyakinan, ketekunan, dan kesabaran untuk berbuat, haruslah selalu ditanamkan dan ditumbuhkembangkan dengan sebaik-baiknya. Semua permasalahan, tantangan dan rintangan, haruslah dihadapi dan disikapi secara lebih bijak dan arif untuk kemudian diantisipasi dengan berbagai solusi yang mendidik, mengayomi, dan mencerahkan,” katanya.
Melalui momentum tersebut Farid juga menyampaikan bahwa dewasa ini masyarakat sudah semakin kritis dalam menanggapi berbagai fenomena yang berkembang. Bermasukan, saran dan kritik tersebut perlu diterima dan diperhatikan dengan tangan terbuka dan lapang dada.
“Untuk kemudian kita sahuti dengan solusi-solusi yang bijak, yang berpihak pada kemaslahatan rakyat banyak. Kecenderungan untuk menutup diri dari segala macam bentuk kritikan terhadap kinerja pemerintah sudah bukan masanya lagi untuk kita terapkan di zaman ini,” tutur Farid. [adv]






