Bank Aceh Syariah Tetap Bangun Solidaritas Perusahaan Pers Di Aceh

Kegiatan diskusi bertajuk menyoal nasib perusahaan media massa di Aceh, yang di prakarsai Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama Bank Aceh Syariah dengan para perusahaan media massa di Aceh ditutup dengan buka puasa bersama yang digelar disalahsatu Resto di Banda Aceh, Rabu (27/4/2022).[Rd]

“Meski dalam waktu jangka panjang, tinggal bagaimana media massa mampu bertahan sampai masyarakat sadar betul mana yang namanya medsos dan mana yang namanya media massa.

Ia menyebut, medsos sama dengan gosib, sementara media massa padat, jelas darimana sumbernya. Siapa yang berbicara sebab secara informasi yang disajikan sesuai dengan kode etik pers.

“Secara berkesinambungan medsos akan tergerus dengan sendirinya. Karena secara informasi medsos banyak menyajikan informasi yang tidak sesuai fakta dan kenyataan,” terangnya.

Ia yakin suatu saat jika media massa mampu bertahan sebagaimana tuntutan zaman, maka medsos akan tenggelam.

Sebelumnya, Ketua SMSI Aceh Aldin NL, menyampaikan diskusi menyoal nasib perusahaan media massa di Aceh digelar sebagai bentuk keprihatinan atas banyaknya perusahaan media yang terpuruk akibat pandemi Covid -19.

Aldin menyampaikan, banyak media mengeluhkan kondisi keuangan yang terdampak parah akibat pandemi sehingga banyak pekerja pers yang dirumahkan karena tidak memiliki kemampuan untuk membiayainya.

“Bukan hanya media lokal, media nasional baik cetak maupun elektronik juga merasakan dampaknya, ” ujar Aldin.

Dia berharap lewat diskusi bersama tersebut perusahaan media yang tergabung dalam SMSI Aceh dapat mengetahui bagaimana cara mengakses permodalan di Bank Aceh Syariah sehingga bisa menjadi salah satu solusi bagi keberlangsungan perusahaan pers. [Rd]

 

 

Pos terkait