APJN.NET- BANDA ACEH – Direktur Utama, Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, menyebut bahwa sampai saat ini Bank Aceh Syariah tetap membangun solidaritas terhadap perusahaan pers yang ada di Aceh.
Hal tersebut disampaikannya, sebagai pembicara dalam kegiatan diskusi bertajuk menyoal nasib perusahaan media massa di Aceh, yang di prakarsai Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama Bank Aceh Syariah dengan para perusahaan media massa di Aceh.
Kegiatan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama yang digelar disalahsatu Resto di Banda Aceh, Rabu (27/4/2022).
Selanjutnya, Haizir Sulaiman, menyebut masyarakat sekarang ini lebih cenderung ke media sosial (Medsos) dalam mencari informasi. Artinya masyarakat Indonesia lebih mendominasi ke medsos ketimbang media massa yang dapat menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya.
Padahal secara nyata dan jelas dalam media massa memiliki kompetensi dalam memberikan informasi sedangkan di medsos masyarakat bebas dalam menyajikan informasi apa saja tanpa ada kesan yang mengayominya serta bebas berbicara apa saja tidak sesuai dengan etika kode etik yang ada tanpa melalui penyaringan.
Diakuinya memang miris, jika diamati di zaman era globalisasi sekarang ini, karena masyarakatnya lebih cenderung ke medsos daripada media massa yang pada dasarnya memberikan informasi sesuai fakta dan data yang ada.
Ia menyebut sebagaimana data yang diperoleh dari Kekominfo merilis pertumbuhan Indeks Literasi Digital Indonesia 2021, menggunakan 4 Pilar, yaitu Kecakapan Digital (digital skill) Etika Digital (digital etics) Keamanan Digital (digital safety) dan Budaya Digital (digital culture)






