Sambangi PWI Aceh, CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid: Keinginannya Seperti Ini Pulang ke Aceh

Owner PT Trans Continent Ismail Rasyid, bersilaturahmi dengan para pengurus PWI Aceh, di Banda Aceh, dan disambut langsung Ketua M Nasir Nurdin, (tengah) dan Sekretaris, Muhammad Zairin, (kiri) kostum merah didampingi stafnya, dipandu oleh CEO Acehstandar.com, HT Anwar Ibrahim, serta CEO KBA.one, Azhari Bahrul, serta para pengurus PWI Aceh dan para Owner media di Banda Aceh, Sabtu, (23/4) sore/ Poto HDR.

APJN.NET -BANDA ACEH– CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid, yang merupakan pengusaha asal Matang Kuli Aceh Utara tersebut, didampingi staf khususnya menyambangi Sekretariat Kantor PWI Aceh, Sabtu (24/4/2022) sore.

Kunjungannya di Kantor Sekretariat PWI Aceh tersebut, Ismail Rasyid, beserta stafnya, dipandu oleh CEO Acehstandar.com, HT Anwar Ibrahim, serta CEO KBA.one, Azhari Bahrul, dan disambut langsung oleh Ketua PWI Aceh M Nasir Nurdin, dan sekretaris Muhammad Zairin, serta para unsur pengurus dan pemilik media di Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Ismail Rasyid, mengatakan kehadirannya adalah untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar pikiran tentang bagaimana membangun Aceh kedepan lebih baik.

“Pers merupakan fungsi kontrol sosial masyarakat dan tentunya organisasi profesi tersebut dalam hal ini PWI memang harus dipimpin oleh orang orang pers yang berkompeten dan profesional.

Karena diketahuinya, pers dalam menulis dan memberitakan informasi ke publik harus berimbang dan profesional.

“Pers dalam konteks satu kebenaran dan konteks penyampaian informasi publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Aceh tahun ini telah banyak perubahan yang terjadi, diantaranya baik di bidang politik, maupun bisnis dan lainnya. Karena disponsori oleh orang orang yang bekerja secara profesional, seperti PWI.

Kemudian, ia menyebut mengapa tertarik pulang ke Aceh, karena kondisi keadaan di Aceh yang sudah sangat nyaman dan aman serta potensi sumber daya alam juga menjanjikan.

“Saya akan terus membangun daerah dan berkolaborasi dengan semua unsur. Aceh terkait bisnis memang belum menjanjikan, namun kita tetap berusaha dan dukungan agar semua proses bisnis bisa berjalan,” terangnya.

Pos terkait