Empat, gelar kekuatan Polri pada pos-pos pengamanan dan pelayanan serta dititik rawan kriminalitas, titik kemacetan dan kecelakaan lalulintas, sehingga mampu bertindak cepat dan tepat dalam melakukan tindakan Kepolisian guna menjamin masyarakat aman dan sehat.
Kelima, lakukan koordinasi dan kerja sama dengan Satgas Covid-19 untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Idul Fitri 1443 H/2022 dengan melakukan tes antigen secara acak terhadap warga masyarakat di tempat keramaian seperti rest area, mall, tempat wisata, dan lain-lain untuk memonitor kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 di area-area tersebut.
Keenam, dorong para pengelola tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan untuk memasang dan menerapkan aplikasi peduli lindungi.
Ketujuh, Satgas pangan agar betul-betul memainkan peran untuk membantu Pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan-bahan pokok dan pengendalian harga.
Kedelapan, mantapkan kerja sama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat. Satukan visi dan tujuan demi keberhasilan pelaksanaan operasi.
Lebih lanjut Kabid Humas menjelaskan, jumlah personel yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Seulawah sebanyak 1.827 orang dengan perincian dari Polda Aceh sebanyak 112 orang dan Polres jajaran sebanyak 1.715 orang.
Selain itu, daerah rawan laka sebanyak 56 titik, rawan banjir 17 titik dan rawan longsor sebanyak 22 titik, kata Kabid Humas.
Kemudian untuk Provinsi Aceh jumlah pos pengamanan yang digelar adalah sebanyak 32 pos, jumlah pos pelayanan sebanyak 29 pos serta gerai vaksin sebanyak 26 gerai, tambah Kabid Humas.






