APJN.NET- BANDAACEH -akarta- Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melalui Kepala Perwakilan Kabupaten Aceh Timur, Indra Kusmeran, mengugat Menteri ESDM, SKK Migas dan PT Pertamina ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk segera menutup sumur minyak yang terbakar di Blok Ranto Perlak, Kecamatan Ranto Perlak, Aceh Timur.
Gugatan terhadap Kementerian ESDM, SKK Migas dan Pertamina ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah di daftarkan hari ini (18/4), melalui sistem e court dengan nomor pendaftaran PN JKT.PST-042022LOD,” kata YARA Safaruddin, pada media ini, Senin (18/4/2022).
Dalam gugatannya, YARA meminta agar Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memerintahkan kepada tergugat I, II dan III secara bersama untuk segera melakukan upaya penutupan sumur minyak yang terbakar di Wilayah Kerja Blok Perlak, Kec, Ranto Perlak, Kabupaten Aceh Timur.
Safar meminta sesegera mungkin dan meminta agar Pertamina memberikan ganti rugi kepada masyarakat sekitar Blok Perlak yang menjadi Korban dari Kebakaran sumur minyak di Blok Perlak tersebut sebesar: 1.000.000.000.- (Satu milyar rupiah) untuk satu orang korban jiwa dan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta untuk satu orang yang mengalamai luka-luka akibat kebakaran sumur minyak dan gas di wilayah Blok Perlak.
“Sebelumnya, kata safar, YARA telah mengirimkan somasi kepada SKK Migas dan Pertamina agar melakukan penutupan terhadap sumur minyak yang terbakar di areal Blok Perlak yang menjadi tanggung jawabnya pada tanggal 23 maret 2022, namun tidak di tanggapi, yang kemudian disusul dengan somasi yang kedua pada tanggal 13 April 2022 yang meminta agar segera di lakukan penutupan sumur minyak yang terbakar di Areal Blok Perlak paling lambat tanggal 16 April 2022.






