DPRK Tinjau DPKP, Temukan Armada Damkar dan APD Sudah Uzur

Ketua DPRK, Farid Nyak Umar didampingi Ramza Harli, dan Wakil Ketua Komisi II, Devi Yunita, serta Sekretaris DPRK, Tharmizi, dan Kabag Humas dan Persidangan DPRK, Yusnardi, Kamis (07/04/2022).Ist

“Di samping itu kami juga meminta peningkatan kapasitas, seperti pelatihan untuk para personel pemadam kebakaran yang memadai, khususnya untuk penanganan kebakaran besar,” ujar Farid yang juga Ketua DPD PKS Banda Aceh tersebut.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi II DPRK, Ramza Harli juga menyampaikan agar mobil damkar seharga Rp17 miliar dengan spek canggih tersebut perlu diperbaiki segera karena keberadaannya sangat diharapkan. Jika mobil tersebut tidak rusak kata Ramza, musibah kebakaran Suzuya Mal pada Senin lalu kemungkinan bisa cepat diatasi. Oleh karena itu, keberadaan pemadam kebakaran seperti itu sangat dibutuhkan agar kejadian seperti Suzuya Mall tidak terulang kembali di tempat lain.

“Kami meminta agar DPKP mengusulkan anggaran untuk perbaikan mobil ini, apa yang rusak dan berapa biayanya untuk diusulkan kembali, sangat disayangkan selama ini tidak dialokasikan anggaran untuk perawatan mobil canggih ini, sedangkan dana pemeliharaan (maintanance) armada damkar lainnya pun sangat terbatas,” kata Ramza.

Politisi Gerindra itu menambahkan, DPKP merupakan instansi yang vital karena menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga harus didukung dalam hal anggaran, sehingga tidak bisa disamakan dengan OPD lainnya. Menurutnya sudah beberapa kali peristiwa kebakaran terjadi di Banda Aceh dan mobil tersebut tidak bisa difungsikan secara maksimal, seperti kebakaran Bank Aceh dan Sinbun Sibreh.

Sementara itu, Plt Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banda Aceh, Yubasri, menyampaikan bahwa untuk saat ini pihaknya memiliki 14 unit mobil pemadam, tapi tidak semuanya siap untuk dioperasikan. Sebagian besar perlu perbaikan intensif mengingat sebagian dari armada tersebut sudah berusia 20 tahun ke atas, bahkan 3 unit sudah rusak berat.

Pos terkait